Langsung ke konten utama

Harmonisasi Tradisi Turats dan Pendidikan Modern

Model Integrasi Kurikulum Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Assalafiyyah Mlangi: 



Mlangi, Yogyakarta — Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Assalafiyyah Mlangi hadir sebagai solusi inovatif dalam sistem pendidikan Islam kekinian. Mengusung visi melahirkan “Santri berkarakter Unggul, Cerdas Intelektual, Emosional, dan Spiritual”, pesantren ini sukses memadukan kedalaman keilmuan pesantren tradisional (turats) dengan struktur pendidikan formal (nidhami).

Integrasi Kurikulum: Dua Pilar Saling Melengkapi

PDF Assalafiyyah Mlangi menerapkan kurikulum terintegrasi yang membagi fokus pembelajaran ke dalam beberapa rumpun keilmuan utama:

  1. Akidah, Akhlak & Tasawuf: Pembentukan karakter dasar santri diawali dengan kitab Aqidatur Awwam (Kelas I’dad), dilanjutkan dengan penguatan etika melalui Bidayatul Hidayah di seluruh jenjang, serta pemahaman adab menuntut ilmu via Ta’lim Muta’alim (Kelas 8–9).

  2. Fiqih & Ushul Fiqih: Pembekalan ibadah praktis dan hukum Islam diajarkan secara bertahap, mulai dari Fasholatan, Matan Taqrib, hingga penjiwaan kitab Fathul Qorib yang dipelajari secara berkesinambungan.

  3. Nahwu, Shorof & Gramatika Bahasa: Tata bahasa Arab sebagai kunci memahami literatur Islam diperkuat lewat kajian kitab Matan Jurumiyah, Imrithy, hingga puncaknya pada Alfiyah Ibnu Malik.

  4. Al-Qur'an, Hadits, Tafsir & Pengetahuah Umum: Selain kitab klasik seperti Arbain Nawawi, al Itqon, Manhalul Latif dan Tafsir Jalalain, kurikulum PDF juga memadukan mata pelajaran umum—seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPA, dan Matematika (Kelas 7–10)—sehingga santri memiliki wawasan global yang berimbang.

Peta Jalan Akademik bertahap dan Terstruktur

Pengembangan keilmuan santri dirancang melalui peta jalan (roadmap) yang sistematis:

  • Level Dasar & Menengah (Kelas 7–9): Fokus pada fondasi bahasa (Lughoh 'Arabiyyah, Kamus Muhadatsah), dasar fiqih (Mabadi Fiqh, Durusul Fiqih, Fathul Qorib), akidah (Jawahirul Kalamiyah), serta penguasaan sains dasar dan matematika.

  • Level Atas (Kelas 10): Pendalaman disiplin ilmu agama melalui kitab Usfuriyyah (Akidah), Assulam (Fiqih), Adabul 'Alim wa Muta'allim (Akhlak), dan Manhalul Lathif (Hadits).

  • Integrasi Lanjutan (Kelas 11 & Maknun): Puncak pendalaman kajian kitab kuning (turats tingkat tinggi) dengan mengkaji Fathul Wahab (Fiqih), Tafsir Jalalain, Jawahirul Maknun (Balaghah), dan Faroidul Bahiyah (Faraid/Hukum Waris).

melalui struktur akademik ini, PDF Assalafiyyah Mlangi memastikan bahwa standar keilmuan agama formal (nidhami) tetap terjaga dengan kuat tanpa sedikit pun kehilangan akar tradisi kajian Kitab Kuning yang menjadi kebanggaan pesantren.

Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui portal resmi pdfam.my.id atau media sosial @PDF.Assalafiyyah.Mlangi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masa Orientasi Santri Baru PDF Assalafiyyah 2026

Mlangi - Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Assalafiyyah Mlangi kembali menggelar agenda tahunan Masa Orientasi Santri Baru (MOSB) sebagai langkah awal pengenalan lingkungan pesantren dan madrasah bagi para santri baru. Kegiatan yang berlangsung khidmat, hangat, dan penuh semangat ini dilaksanakan selama 4 hari berturut-turut . Sebanyak 17 santri baru terpilih mengikuti seluruh rangkaian kegiatan ini. Mereka dibekali berbagai materi mendasar, mulai dari orientasi kelembagaan, keasramaan, penanaman nilai-nilai tradisi pesantren, hingga pengenalan metode pembelajaran khas PDF yang memadukan kedalaman ilmu keislaman ( Tafaqquh Fiddin ) dan kedisiplinan akademis. Rangkaian Kegiatan Selama empat hari pelaksanaan, para santri baru diajak untuk lebih dekat dengan iklim belajar dan kehidupan di PDF Assalafiyyah melalui beberapa agenda utama: Hari Pertama (Pengenalan & Kelembagaan): Pembukaan resmi oleh jajaran pengasuh dan pengelola, dilanjutkan dengan pemaparan visi-misi PDF Assalafiyyah ...

Melihat Posisi Pendidikan Diniyah Formal (PDF) dalam UU Pesantren

Jakarta (Kemenag) - Pendidikan Diniyah Formal (PDF) sebagai salah satu satuan pendidikan pesantren memiliki posisi strategis dalam Sistem Pendidikan Nasional. Selain berperan mencetak generasi yang tafaqquh fiddin, PDF juga berkontribusi dalam meningkatkan akses dan partisipasi pendidikan nasional sehingga berhak memperoleh pengakuan, perlindungan, dan dukungan negara sebagaimana satuan pendidikan formal lainnya. Hal ini mengemuka dalam Diskusi Bedah Undang-Undang Pesantren yang diselenggarakan Jaringan Masyarakat Pesantren (JMP) secara daring. Mengangkat tema “Membedah Satuan Pendidikan Diniyah Formal (PDF): Mengenal dan Menempatkan Posisi Pendidikan Pesantren dalam Konteks Sistem Pendidikan Nasional”, kegiatan tersebut diikuti ratusan peserta dari unsur Kementerian Agama, akademisi, pengelola pesantren, organisasi masyarakat, dan pemerhati pendidikan Islam. Guru Besar Pemikiran Pendidikan Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Suwendi, menegaskan bahwa lahirnya Undang-Undang No...

STUDENT JOURNEY TO IMPACT PDF ASSALAFIYYAH MLANGI